KEBIJAKAN PROSES PENELAAHAN

KEBIJAKAN PROSES PENELAAHAN (PEER REVIEW PROCESS)

Jurnal Olahraga Indragiri (JOI) menerapkan proses penelaahan ilmiah untuk memastikan bahwa setiap naskah yang dipertimbangkan untuk diterbitkan memenuhi standar kualitas akademik, relevansi keilmuan, validitas metodologi, orisinalitas, dan etika publikasi. Proses penelaahan dilaksanakan secara objektif, independen, transparan, dan bertanggung jawab.

1. Pemeriksaan Awal oleh Editor (Initial Editorial Screening)

Setiap naskah yang masuk akan diperiksa oleh editor untuk menilai kesesuaian dengan fokus dan ruang lingkup JOI, kelengkapan naskah, kepatuhan terhadap pedoman penulisan, orisinalitas, serta pemenuhan persyaratan etika publikasi.

Naskah yang tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal, tidak memenuhi persyaratan dasar, atau memiliki permasalahan etika yang serius dapat ditolak tanpa diteruskan ke tahap penelaahan mitra bestari.

2. Penunjukan Mitra Bestari (Reviewer Assignment)

Naskah yang lolos pemeriksaan awal akan ditugaskan kepada mitra bestari yang memiliki keahlian sesuai dengan topik dan metodologi penelitian. Editor mempertimbangkan kompetensi keilmuan, pengalaman akademik, serta potensi konflik kepentingan sebelum menunjuk reviewer.

Mitra bestari wajib menjaga kerahasiaan naskah, memberikan penilaian secara objektif, dan mengungkapkan konflik kepentingan yang dapat memengaruhi independensi penelaahan.

3. Mekanisme Penelaahan (Review Model)

JOI direkomendasikan menerapkan mekanisme penelaahan sejawat anonim dua arah (double-blind peer review), yaitu identitas pengarang tidak diperlihatkan kepada reviewer dan identitas reviewer tidak diperlihatkan kepada pengarang selama proses penelaahan.

Pengelola jurnal harus memastikan bahwa mekanisme ini benar-benar diterapkan dalam sistem editorial. Apabila JOI menggunakan model penelaahan yang berbeda, informasi pada laman jurnal harus disesuaikan dengan praktik yang berlaku.

4. Aspek Penilaian Naskah

Reviewer mengevaluasi naskah berdasarkan aspek-aspek berikut:

  1. Orisinalitas dan kebaruan: kontribusi baru terhadap pengembangan ilmu pendidikan jasmani, kesehatan, dan keolahragaan.

  2. Relevansi topik: kesesuaian artikel dengan fokus dan ruang lingkup JOI.

  3. Landasan teori dan kajian pustaka: kecukupan, relevansi, dan kemutakhiran referensi ilmiah.

  4. Metodologi penelitian: ketepatan desain, subjek atau partisipan, instrumen, prosedur, dan teknik analisis data.

  5. Hasil dan pembahasan: kejelasan penyajian hasil, ketepatan interpretasi, serta keterkaitan dengan teori dan penelitian terdahulu.

  6. Kesimpulan dan implikasi: kesesuaian kesimpulan dengan temuan serta kejelasan kontribusi teoretis atau praktis.

  7. Etika penelitian: kepatuhan terhadap prinsip integritas akademik dan perlindungan partisipan.

  8. Kualitas penulisan dan referensi: kejelasan bahasa, sistematika, ketepatan sitasi, dan konsistensi daftar pustaka.

5. Rekomendasi Reviewer

Setelah menyelesaikan penelaahan, reviewer menyampaikan rekomendasi kepada editor berdasarkan hasil evaluasi ilmiah. Rekomendasi dapat berupa:

  • Accept: naskah diterima tanpa revisi substantif.

  • Minor Revision: naskah memerlukan perbaikan kecil.

  • Major Revision: naskah memerlukan perbaikan substansial dan evaluasi lebih lanjut.

  • Reject: naskah tidak memenuhi standar kualitas, relevansi, atau persyaratan publikasi jurnal.

Rekomendasi reviewer merupakan bahan pertimbangan editorial dan tidak secara otomatis menjadi keputusan akhir penerbitan.

6. Revisi Naskah (Manuscript Revision)

Pengarang yang diminta melakukan revisi wajib memperbaiki naskah berdasarkan komentar reviewer dan editor. Pengarang juga harus menyertakan dokumen tanggapan yang menjelaskan setiap komentar dan tindakan perbaikan yang dilakukan.

Apabila pengarang tidak dapat memenuhi saran tertentu, pengarang harus memberikan alasan ilmiah yang jelas. Naskah hasil revisi dapat dikirimkan kembali kepada reviewer yang sama atau reviewer lain apabila diperlukan.

7. Keputusan Akhir Editor (Final Editorial Decision)

Editor bertanggung jawab menetapkan keputusan akhir berdasarkan hasil penelaahan, kualitas revisi, kesesuaian dengan kebijakan jurnal, dan pertimbangan integritas ilmiah. Keputusan akhir dapat berupa penerimaan, permintaan revisi lanjutan, atau penolakan.

Keputusan editorial harus dilakukan secara independen dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, institusional, finansial, atau tekanan pihak lain.

8. Kerahasiaan dan Etika Penelaahan

Seluruh naskah yang sedang ditelaah diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Reviewer tidak diperkenankan menyebarluaskan, mengutip, menggunakan data, atau memanfaatkan gagasan dalam naskah untuk kepentingan pribadi tanpa izin yang sesuai.

Reviewer wajib memberikan kritik yang konstruktif, profesional, dan berbasis bukti. Penilaian tidak boleh didasarkan pada identitas, latar belakang pribadi, afiliasi, jenis kelamin, agama, atau faktor lain yang tidak relevan dengan kualitas ilmiah naskah.

9. Durasi Proses Penelaahan

JOI berupaya menjalankan proses penelaahan secara efisien tanpa mengurangi kualitas evaluasi ilmiah. Durasi pemeriksaan awal, penelaahan, revisi, dan pengambilan keputusan mengikuti kebijakan operasional jurnal serta mempertimbangkan ketersediaan reviewer dan kompleksitas naskah.

Pengarang akan memperoleh informasi mengenai perkembangan naskah melalui sistem pengelolaan jurnal atau komunikasi resmi dari editor. Target waktu penelaahan dapat ditetapkan dan diumumkan oleh pengelola berdasarkan kinerja aktual jurnal.

10. Independensi dan Konflik Kepentingan

Reviewer dan editor wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian. Pihak yang memiliki konflik kepentingan material harus mengundurkan diri dari penanganan naskah terkait dan, apabila diperlukan, digantikan oleh pihak lain yang independen.

11. Pernyataan Penutup

JOI berkomitmen melaksanakan proses penelaahan yang adil, konsisten, dan berintegritas untuk mendukung publikasi ilmiah yang berkualitas dalam bidang pendidikan jasmani, kesehatan, dan keolahragaan. Seluruh keputusan penerbitan didasarkan pada kualitas dan kontribusi ilmiah naskah serta kepatuhan terhadap etika publikasi.

Kebijakan ini ditinjau secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan standar penerbitan ilmiah dan praktik terbaik dalam penelaahan sejawat.