Pengembangan Keterampilan Sosial Melalui Olahraga Sepak Takraw
DOI:
Keywords:
Abstract
Latihan olahraga beregu memberi peluang interaksi sosial, tetapi keikutsertaan latihan tidak otomatis membuktikan perubahan keterampilan sosial. Penelitian ini membandingkan perubahan skor keterampilan sosial pada atlet sepak takraw yang mengikuti latihan terintegrasi keterampilan sosial dan latihan konvensional. Desain kuasi-eksperimen pretest–posttest dengan kelompok kontrol dan 30 peserta simulasi, masing-masing 15 pada kelompok eksperimen dan kontrol. Skor disusun dari 23 butir dengan respons empat tingkat, sehingga rentang skor total 23–92. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji t berpasangan, serta uji t independen terhadap normalized gain (N-gain). Hasil. Dalam data, rerata kelompok eksperimen meningkat dari 55,07 (SD=7,30) menjadi 65,20 (SD=6,21), dengan perubahan signifikan, t(14)=13,42; p<0,001. Kelompok kontrol meningkat dari 57,67 (SD=4,91) menjadi 59,40 (SD=4,48), t(14)=3,67; p=0,003. Rerata N-gain adalah 0,276 (SD=0,062) pada eksperimen dan 0,049 (SD=0,054) pada kontrol; perbedaannya signifikan, t(28)=10,69; p<0,001. Simpulan. Analisis ini memperlihatkan perbedaan perubahan skor yang mengarah pada kelompok eksperimen. Sehingga publikasi perlu ditetapkan dosis dan keterlaksanaan intervensi diverifikasi secara transparan, sistematis, dan menyeluruh.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Olahraga Indragiri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Use of articles will be governed by the Creative Commons Attribution - ShareAlike license as currently displayed on Creative Commons Attribution - ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA)










