Meningkatkan Pemahaman Hukum Pemuda dan Remaja GKI Gereformeerd tentang Ekstemisme Kekerasan-Terorisme di Sosial Media
DOI:
https://doi.org/10.61672/cemara.v4i1.3560Keywords:
ekstremisme kekerasan-terorisme, pemuda, remaja, GKI GereformeerdAbstract
Pergeseran aktivitas terorisme dari jaringan eksternal ke jaringan internal diwujudkan melalui berbagai bentuk konten ekstremis yang mendorong individu untuk terlibat dalam aksi ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme. Melalui media sosial, konten yang mengandung pesan kekerasan disebarluaskan ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan pencegahan dengan mengeluarkan peraturan untuk mencegah dan menangkal ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Namun, peran ini juga perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman hukum di kalangan masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa, khususnya Pemuda dan Remaja Gereja Kristen Indonesia Gereformeerd Semarang. Banyaknya pengguna media sosial di kalangan pemuda dan remaja membuat mereka rentan menjadi korban, saksi, atau pelaku ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Oleh karenanya, peningkatan pemahaman hukum tentang ekstremisme yang mengarah pada terorisme menjadi landasan penting bagi pemuda dan remaja GKI Gereformeerd Semarang untuk menghindari keterlibatan dalam ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Secara umum, layanan ini juga menargetkan pejabat gereja dan orang tua untuk mengidentifikasi dan menerapkan langkah-langkah untuk melawan ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme di gereja, sekolah, dan/atau lingkungan sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marthsian Yeksi Anakotta, Dian Ety Mayasari, Christopher Ananda Sutrisna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





