Guess, Think, and Speak: Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Interaksi Komunikatif Untuk Siswa Sekolah Minggu Buddha
DOI:
https://doi.org/10.61672/cemara.v4i1.3538Keywords:
interaksi komunikatif, kemampuan berbicara, pendidikan nonformal, Sekolah Minggu BuddhaAbstract
Pembelajaran Bahasa Inggris pada konteks pendidikan nonformal, termasuk Sekolah Minggu Buddha, masih menghadapi tantangan dalam penerapan pendekatan berbasis interaksi komunikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Inggris melalui penerapan Model Guess, Think, and Speak bagi siswa Sekolah Minggu Buddha di Wihara Giri Sasono, Lampung Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan melibatkan 9 siswa sekolah dasar menggunakan desain one group pretest–posttest. Model diterapkan melalui tiga tahapan utama, yaitu Guess, Think, and Speak. Evaluasi dilakukan melalui rubrik kemampuan berbicara dan lembar observasi partisipasi siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik pada kemampuan berbicara siswa. Peningkatan terjadi pada indikator partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan kemampuan merespons. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis interaksi komunikatif yang terstruktur dan kontekstual efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kepercayaan diri, serta kemampuan berbicara siswa dalam waktu yang relatif singkat. Kegiatan ini berkontribusi sebagai model pembelajaran Bahasa Inggris berbasis komunitas yang adaptif dan aplikatif untuk konteks pendidikan nonformal berbasis keagamaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vike Saputri, Arya Sura Pratama, Karsinah, Fitri Riyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





