Pemberdayaan Guru Sekolah Inklusi Melalui Edukasi Diet GFCF Untuk Siswa Disabilitas (Kondisi ASD)
DOI:
https://doi.org/10.61672/cemara.v4i1.3518Keywords:
autism, diet CFGF, Sekolah inklusiAbstract
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku individu. Salah satu intervensi yang menunjukkan dampak positif terhadap perilaku anak ASD adalah diet bebas gluten, kasein, dan gula (GFCF). Namun, pemahaman guru sekolah inklusi terhadap pola diet ini masih terbatas, padahal mereka memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran anak ASD. Berdasarkan kondisi tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah inklusi di Pekanbaru dalam menerapkan prinsip diet GFCF dan komponen tambahan seperti diet bebas MSG, fenol, dan zat kimia berbahaya lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Community-Based Participatory Research (CBPR), yang melibatkan kolaborasi aktif antara dosen, mahasiswa, guru dan terapis sekolah inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengisian lembar M-CHAT. Fokus pengabdian diarahkan pada evaluasi pemahaman dan penerapan pola diet khusus ASD oleh guru dan terapis serta dampaknya terhadap perilaku belajar siswa melalui pelatihan interaktif berbasis materi edukatif. Hasil pelatihan diet GFCF ini meningkatkan kapasitas guru dan terapis dalam memahami keterkaitan pola makan dengan perilaku anak ASD, serta membantu terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif dan inklusif. Lebih jauh, program ini memberi kontribusi pengetahuan praktis bagi guru dan terapis dalam pengelolaan anak ASD secara lebih holistik
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vivik Shofiah, Yuliana Intan Lestari, Indah Puji Ratnani, Eko Syahputra, Yulita Kurniawaty Asra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





