Gerakan Aktif, Pemikiran Tajam: Inovasi Pembelajaran Penemuan dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani
DOI:
https://doi.org/10.61672/joi.v10i2.3671Keywords:
Pembelajaran Penemuan; Berpikir Kritis; Pendidikan JasmaniAbstract
Generasi Z saat ini harus disiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang menuntut mereka memiliki keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model discovery learning terhadap keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian ini adalah quasi-experiment dengan desain Non-equivalent Control Group Design, dengan jumlah sampel penelitian ini berjumlah 68 siswa SMA kelas X di SMA N 1 Benai. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan soal esai dengan mengikuti 5 dimensi keterampilan berpikir kritis yang dijabarkan ke dalam 12 indikator dari Ennis, sedangkan untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan angket yang merujuk pada Torrance Test Creative Thinking (TTCT), yang mana dimensi dalam mengukur keterampilan berpikir kreatif terdiri dari 4 indikator: 1) Fluency, 2) Flexibility, 3) Originality, dan 4) Elaboration. Analisis yang digunakan untuk menjawab penelitian ini menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menemukan bahwa model discovery learning berpengaruh signifikan (0,000) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Model discovery learning memberikan inovasi dalam belajar pendidikan jasmani, tidak hanya bermain tetapi juga mengajak siswa untuk berpikir menemukan cara penyelesaian tantangan dalam bermain saar belajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Olahraga Indragiri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Use of articles will be governed by the Creative Commons Attribution - ShareAlike license as currently displayed on Creative Commons Attribution - ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA)









